Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fakta Menarik Tentang Burung Gereja

https://t-2.tstatic.net/jogja/foto/bank/images2/Arti-Burung-Gereja-Masuk-ke-Dalam-Rumah-Pertanda-Akan-Datangnya-Tamu.jpg

Burung Gereja, juga dikenal sebagai burung jalak atau burung Perkutut (Passer montanus), adalah spesies burung kecil yang tersebar luas di berbagai wilayah di dunia. Mereka termasuk dalam keluarga Passeridae dan merupakan salah satu burung yang paling umum ditemui di banyak daerah perkotaan.

Burung Gereja memiliki tubuh kecil dengan panjang sekitar 12 cm. Burung jantan dan betina memiliki penampilan yang serupa, dengan bulu berwarna cokelat di bagian atas dan abu-abu di bagian bawah. Burung jantan memiliki bulu-bulu hitam pada wajahnya, sementara betina memiliki warna yang lebih pucat.

Burung Gereja biasanya hidup dalam kelompok besar dan bersosialisasi dengan baik dengan burung sejenisnya. Mereka sering terlihat mencari makan bersama-sama di tanah, memakan biji-bijian, serangga kecil, dan sisa-sisa makanan manusia. Mereka juga membangun sarang dari rumput kering dan serat-serat lainnya di tempat-tempat yang tersembunyi, seperti di celah-celah bangunan atau di antara daun-daun tanaman.

Burung Gereja memiliki suara panggilan yang khas, yang sering terdengar seperti "chirrup" atau "chirp". Mereka adalah burung yang tangkas dan aktif, sering terlihat bergerombol dan bergerak cepat di sekitar lingkungan perkotaan.

Karena kebiasaannya yang dekat dengan manusia dan adaptasi mereka terhadap lingkungan perkotaan, Burung Gereja sering dianggap sebagai simbol kota dan kehidupan perkotaan. Mereka juga sering dilihat sebagai burung yang ramah dan akrab dengan manusia.

Asal Usul Burung Gereja

Burung Gereja, juga dikenal sebagai burung jalak atau burung Perkutut (Passer montanus), memiliki sejarah panjang dan berasal dari wilayah Asia, Eropa, dan Afrika Utara. Mereka termasuk dalam keluarga burung Passeridae yang luas.

Asal usul sebenarnya dari Burung Gereja masih menjadi subjek penelitian dan perdebatan di kalangan ilmuwan. Namun, diperkirakan bahwa spesies ini pertama kali muncul di Asia Timur. Mereka menyebar luas dari wilayah tersebut ke berbagai bagian dunia melalui perdagangan dan perpindahan manusia.

Pada abad ke-17, Burung Gereja diperkenalkan ke Amerika Utara oleh para pemukim Eropa, dan sejak itu mereka telah menyebar ke seluruh benua Amerika. Di berbagai wilayah, mereka beradaptasi dengan baik dengan lingkungan perkotaan dan mengambil tempat tinggal di kota-kota dan desa-desa.

Di beberapa bagian dunia, Burung Gereja dianggap sebagai spesies invasif karena kemampuannya yang baik dalam beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan. Mereka dapat hidup di berbagai habitat, termasuk hutan, taman, kebun, dan area perkotaan. Kehadiran mereka yang melimpah dan kebiasaan mereka mencari makan dari sisa-sisa makanan manusia juga menjadi faktor yang berkontribusi pada penyebaran mereka yang sukses.

Sebagai burung yang sering ditemui di sekitar manusia, Burung Gereja telah menjadi simbol kota dan kehidupan perkotaan dalam budaya populer di berbagai negara. Kehadiran mereka yang konstan dan suara panggilan yang khas membuat mereka menjadi bagian dari lanskap perkotaan yang familier bagi banyak orang.

Usia Hidup Burung Gereja

Usia hidup Burung Gereja (Passer montanus) bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk lingkungan, ketersediaan sumber makanan, dan predasi. Secara umum, burung-burung kecil seperti Burung Gereja memiliki umur yang relatif singkat dibandingkan dengan spesies burung yang lebih besar. 

Di alam liar, umur rata-rata Burung Gereja biasanya sekitar 2 hingga 3 tahun. Namun, ada juga laporan individu yang mencapai usia 5 hingga 7 tahun. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi umur burung ini termasuk penyakit, predator, perubahan habitat, dan tekanan lingkungan lainnya.

Dalam lingkungan yang terlindungi, seperti di dalam kandang atau pemeliharaan burung, Burung Gereja dapat hidup lebih lama. Dalam kondisi perawatan yang baik, dengan nutrisi yang memadai dan perawatan medis yang tepat, mereka dapat mencapai usia 8 hingga 10 tahun.

Namun, penting untuk diingat bahwa ini adalah perkiraan umum dan individu-individu tertentu dapat memiliki umur yang lebih pendek atau lebih panjang. Usia hidup burung dipengaruhi oleh banyak faktor dan dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya.

Makanan Pokok Burung Gereja

Makanan pokok Burung Gereja (Passer montanus) adalah biji-bijian. Mereka termasuk dalam kelompok burung pemakan biji-bijian atau granivora. Sebagian besar diet mereka terdiri dari berbagai jenis biji-bijian yang dapat mereka temukan di alam atau dalam lingkungan perkotaan.

Berikut adalah beberapa jenis makanan pokok yang sering dikonsumsi oleh Burung Gereja:

1. Biji-bijian : Mereka dapat memakan berbagai biji-bijian seperti biji rumput, biji padi, biji gandum, biji bunga matahari, dan biji-bijian lainnya. Di perkotaan, mereka juga sering mencari makan dari biji-bijian yang tersebar di pekarangan, taman, atau di bawah pohon-pohon.

2. Sisa-sisa makanan manusia : Burung Gereja adalah burung yang adaptif dan seringkali memanfaatkan sisa-sisa makanan manusia. Mereka dapat memakan roti, nasi, sereal, kue, dan makanan lain yang terbuang.

3. Serangga kecil : Selain biji-bijian, Burung Gereja juga memakan serangga kecil seperti kutu-kutu daun, nyamuk, ngengat kecil, dan serangga lainnya. Serangga-serangga ini memberikan tambahan protein dalam diet mereka.

Selain makanan pokok tersebut, Burung Gereja juga dapat memakan buah-buahan kecil, nektar bunga, dan serbuk sari. Mereka memiliki adaptasi yang baik dalam memanfaatkan sumber makanan yang tersedia di lingkungan mereka.

Penting untuk mencatat bahwa Burung Gereja harus memiliki akses ke air bersih untuk minum dan mandi. Menyediakan tempat pemandian dan wadah air yang bersih akan membantu memenuhi kebutuhan hidrasi mereka.


Post a Comment for "Fakta Menarik Tentang Burung Gereja"